Selamat Datang, ^_^ Blog ini disediakan bagi yang suka, yang ingin membaca dan belajar bahasa

Minggu, 18 Maret 2018

Idiom, Ungkapan, dan Kata Majemuk

Oleh Ika Airen



Di dalam bahasa Indonesia kerap kita dengar kata ungkapan. Selain ungkapan, ada juga yang dinamakan idiom dan kata majemuk. Lalu apakah perbedaan ketiganya?
Idiom disebut juga dengan ungkapan. Idiom adalah gabungan kata yang maknanya tidak dapat dirunut dari arti setiap komponennya atau setiap unsur pembentuknya. Makna sebuah idiom merupakan makna baru. Berbeda halnya dengan kata majemuk. Kata majemuk adalah gabungan kata yang maknanya dapat dirunut dari arti setiap atau salah satu unsur pembentuknya. Supaya lebih jelas, mari simak contoh berikut.

IDIOM
   1.      kambing hitam : orang yang dipersalahkan, tertuduh
   2.      meja hijau        : pengadilan
   3.      rumah tangga   : berkenaan dengan keluarga

Pada contoh nomor 1, frasa kambing hitam memiliki arti orang yang dipersalahkan (tertuduh). Makna baru yang terbentuk dari frasa kambing hitam yakni orang yang dipersalahkan, tertuduh tidak memiliki hubungan dengan kata “kambing” dan juga kata “hitam”. Dengan demikian, frasa kambing hitam membentuk makna baru yang tidak dapat dirunut dari unsur pembentuknya: kambing dan hitam.
Pada contoh nomor 2, frasa meja hijau memiliki arti pengadilan bukan meja berwarna hijau. Makna baru yang terbentuk dari frasa meja hijau yakni pengadilan, tidak memiliki hubungan dengan kata “meja” dan juga kata “hijau”. Dengan demikian, frasa meja hijau membentuk makna baru yang tidak dapat dirunut dari unsur pembentuknya: meja dan hijau, sehingga dapat dikatakan bahwa frasa meja hijau disebut idiom.

Lalu, bagaimana dengan kata majemuk?

KATA MAJEMUK
   1.      rumah sakit      : gedung tempat merawat orang sakit
   2.      kereta api         : kereta yg terdiri atas rangkaian gerbong (kereta) yg ditarik oleh
                                    lokomotif, dijalankan dng tenaga uap (atau listrik) berjalan di atas rel

Jika dicermati, contoh 1 dan contoh 2 di atas tentu berbeda dengan idiom. Frasa rumah sakit bukan berarti rumah yang sakit, melainkan artinya adalah rumah atau gedung untuk merawat orang sakit. Arti dari frasa rumah sakit masih bisa ditelusuri dari unsur pembentuknya. Begitu pula dengan frasa kereta api memiliki makna yang masih bisa di runut dari unsur pembentuknya, yakni rangkaian gerbong (kereta) yang dijalankan dengan listrik atau tenaga uap. Makna dari frasa rumah sakit dan kereta api tidak jauh berbeda dengan unsur pembentuknya.
Ciri kedua dari kata majemuk ialah tidak dapat disisipi dengan kata lain, misal: yang atau sedang. Apabila sebuah kata majemuk disisipi kata lain maka artinya akan berbeda dan tidak logis (tidak masuk akal). Jadi contoh  dan 2 di atas jika disisipi kata yang maka akan menjadi:
1.      rumah yang sakit.
2.      kereta yang api

Perubahan kata majemuk akibat penambahan kata yang di atas tidak logis tidak logis/tidak berterima/tidak masuk akal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kata majemuk tidak dapat disisipi kata seperti yang atau sedang dan juga tidak membentuk makna baru, artinya makna yang terbentuk masih dapat ditelusuri dari unsur pembentuknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar